Kamis, 24 November 2011

Belajar menurut Bloom


Benyamin S. Bloom, seorang ahli pendidikan mengemukakan konsep taksonomi belajar. Taksonomi belajar adalah pengelompokan tujuan belajar berdasarkan kawasan atau ranah belajar. Bloom mengelompokkan kawasan belajar dalam tiga kawasan, yaitu:
1.     Kawasan kognitif (cognitive domain)
Perilaku yang merupakan proses berpikir atau yang termasuk hasil kerja otak. Bloom membagi kemampuan pada kawasan ini dalam enam kategori . Berikut ini adalah kategori kemampuan kognitif dari yang paling rendah tingkatannya, yaitu:
            a.     Pengetahuan tentang materi yang telah dipelajari.
            b.     Pemahaman mengenai makna materi.
            c.      Aplikasi atau penerapan materi atau aturan teoritis yang prinsip.
            d.     Analisa, suatu proses analisis teoritis dengan menggunakan kemampuan akal.
           e.     Sintesis, kemampuan memadukan konsep-konsep sehingga menghasilkan konsep 
                  baru
            f.       Evaluasi, kemampuan melakukan evaluasi atas penguasaan materi pengetahuan. 

Anderson dan Krathwohl (2001) dalam Revised Taxonomy, telah melakukan revisi berkaitan dengan kategori kawasan kognitif, menjadi dua kategori dimensi, yaitu dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan.
Pada dimensi proses kognitif, terbagi menjadi enam tingkat tujuan belajar, yaitu:
             a.     Mengingat, meningkatkan ingatan atas materi yang disajikan dalam bentuk yang 
                   sama seperti yang....





Download tulisan selengkapnya: belajarmenurutBloom.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar